Kesan apakah yang pertama kali terlintas di fikiran anda ketika anda bertemu dengan wanita berjilbab? Kesan pertama mungkin bagi kebanyakan orang jika bertemu wanita berjilbab adalah wanita saleh, taat, rajin beribadah, santun, dan seabreg-abreg perbuatan positif lainnya yang mungkin panjangnya bisa melebihi tembok Cina di sana. Tapi pernahkan anda membeli apel di supermarket?? (lho, apa hubungannya apel sama wanita berjilbab?? Sabar! baca terus saja dulu!) Mungkin anda pernah membeli apel yang kulit luarnya merah merona dan mulus tapi mungkin anda nggak sadar kalau di dalam apel itu mungkin terkandung zat-zat insektisida yang membuat hama apel (terutama ulat) tidak dapat merusak apel tersebut sehingga apel tersebut terlihat merah merona dan menggoda! Tapi anda juga tak sadar bahwa insektisida dalam buah apel tersebut mungkin dapat mengganggu kesehatan anda. Sampai-sampai departemen pertanian Amerika Serikat pernah memberi amaran bahwa apel yang terlihat kurang menarik secara kosmetik karena dimakan ulat jauh lebih aman dibandingkan dengan buah apel yang merah merona tapi banyak mengandung insektisida!!
Begitu pula dengan wanita berjilbab! Jilbab bukannya satu-satunya indikator bahwa seorang wanita muslimah senantiasa lebih baik daripada wanita muslimah lainnya yang tidak berjilbab! Memang betul, di satu sisi wanita muslimah berjilbab telah melaksanakan sebuah perintah Allah dengan menutup auratnya dengan baik! Dan betul pula wanita berjilbab memang rata-rata lebih baik berperilaku terutama dalam perilaku seksnya. Namun bukan berarti kita harus memukul rata bahwa semua wanita berjilbab perilakunya sudah sesuai dengan standard islami, atau jangan pula kita memukul rata bahwa semua wanita berjilbab perilakunya lebih baik dibandingkan wanita (muslimah) yang tidak berjilbab. Itu sama saja mungkin dengan contoh: seseorang yang rajin mengaji tapi di kantornya suka nilep duit kantor alias korupsi. Atau juga orang yang rajin sedekah tapi sholatnya bolong-bolong, dan sebagainya. Begitupula dengan wanita berjilbab!! Akhir-akhir ini saya cukup sering melihat wanita berjilbab yang memakai hipster, sehingga kalau ia harus membungkuk (maaf) celana dalamnya terlihat dan punggung bagian bawahnya terlihat. Mending pula kalau punggungnya (for the malaysians who read this article, punggung in bahasa indonesia means 'back'. It is not like punggung in bahasa malaysia. ok? :D) putih mulus ini geradagan pula! Saya fikir bloon amat nih cewek nutupin kepalanya pakai jilbab tapi celana dalamnya kelihatan!!! Sering juga saya melihat cewek-cewek berjilbab yang aduhai mesranya berpegangan dan menyenderkan kepalanya ke dada si cowoknya. Busyet deh, noraknya minta ampun!! Udah aja sekalian nggak usah pakai jilbab!! Kasihan jilbabnya tuh... ha ha ha ha....!! Terus pernahkah anda melihat salesgirl-salesgirl yang akhir-akhir ini sering bermunculan untuk 'menipu' kita dengan memberikan kuis yang mudah-mudah dan jikalau kita bisa menjawabnya (tentu saja pasti bisa! orang pertanyaannya juga pertanyaan untuk anak SD !!) kita akan dihadiahi barang dagangannya dia dengan embel-embel kita disuruh membayar pajaknya atau biaya administrasinya atau apalah yang notabene besar biayanya sama dengan harga barang dagangannya!! Sebuah penipuan halus!! Dan saya juga melihat bahwa banyak gadis-gadis berjilbab yang terlibat di dalamnya. Saya kadang-kadang berfikir kok jilbaban-jilbaban ikut-ikutan 'menipu' sih! Meskipun terkadang saya juga merasa kasihan mungkin karena mereka terdesak kebutuhan ekonomi atau karena mungkin mereka sangat polos dan sebagainya. Namun bukan berarti itu merupakan justifikasi bagi mereka untuk berbuat hal-hal semacam itu! Dan banyak lagi perilaku lainnya yang tidak sesuai dengan pakaian mereka yang berjilbab yang indah itu.
Terlepas dari fakta bahwa wanita-wanita berjilbab adalah manusia juga, yang tak luput dari kesalahan, pesan yang ingin saya sampaikan di sini adalah, janganlah kita melihat dari sisi luarnya saja, kita di sini bisa melihat bagaimana sisi luar mungkin dapat menipu kita persis seperti kasus apel di atas. Dan satu lagi, analisa seperti ini bukan hanya berlaku bagi wanita berjilbab! Tapi juga berlaku bagi bapak-bapak yang memakai topi haji, atau bapak-bapak yang mamakai baju koko a la ustadz, atau jangan anda cepat terpaku pada titel 'Haji' atau 'Hajjah' yang melekat pada nama mereka. (Bukan berarti kita harus cepat curiga! Bukan juga seperti itu!) Tapi kejelian, kepandaian, kebijaksanaan dan keobyektifan kita yang akan menuntun kita kepada keimanan yang lebih mendalam yang pada akhirnya akan menyelamatkan kita! Dan satu lagi!! Jikalau anda bertemu dengan orang yang berseragam satpam atau polisi jangan kira pula mereka nggak akan bermata hijau kalau melihat duit. Hehehehe..... Satpam dan polisi juga manusia! Sama seperti wanita berjilbab dan juga kebanyakan orang seperti kita-kita ini. Mengerti?? Wassalamu'alaikum wr wb.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
3 comments:
:( Insha Allah.. will try to be a better "muslimah" everyday
he..eh..bnr bgt artikel nya..
banyak contohnya kok di luaran..miris sih emang..
tp yg lebih miris lg kl org yanng melihat kebaikan seorang wanita hanya berdasarkan itu...ternyata justru malah mengecewakan..
but kembali ke pribadi masing-masing..cm yah...be grow up dengan apa yg dipakai aja siy..jangan malu-maluin umat muslim lainnya
menurutq seh juga gtu.kalo mw berjilbab selamanya(maksudnya emank punya niatan berjilbab gitu)ya tunggu sampe lahir batinnya siap dunk..secara jilbab tuh lambang kesucian iman seorang muslim..gitu... n emank bener sifat orang tuh g boleh cuma dipandang dari sehelai jilbab ja.
so,lok mau pake jilbab n jadi muslimah sejati tuh ya kudu dimulai dari perbaikan dalam diripribadi dulu dunk..semoga suatu saat nanti seluruh muslimah di muka bumi ini dapat menunjukkan sikap n tingkah laku seorang muslimah sejati.Amien
Post a Comment