Friday, March 30, 2007
Roda Kehidupan yang Berputar
Waktu itu saya berada di Jakarta di rumah kakak saya di bilangan Cipete untuk masalah keluarga untuk beberapa hari. Untuk mengusir kejenuhan di sore hari, saya putuskan untuk membeli oleh-oleh buat istri dan anak-anak saya di Bandung di supermarket D'Best. Kebetulan rumah kakak saya dan supermarket D'Best Fatmawati hanya berjarak sekitar 300 meter. Jadi saya pikir jarak segitu baguslah untuk berjalan kaki daripada naik mobil! Manja amat sih jarak 300 meter aja harus pakai mobil. Lalu berangkatlah saya ke supermarket D'Best. Setelah kira-kira setengah jam dan saya sudah membeli oleh-oleh buat istri dan anak-anak saya dan bersiap kembali akan pulang ke rumah kakak saya, di trotoar saya bertemu dengan seorang laki-laki tua yang sepantaran ayah saya yang saya kenal, dia, sebut saja (bukan nama sebenarnya), oom Tongki, tetangga saya sewaktu saya masih kecil dulu, sewaktu saya masih tinggal di daerah Dapur Susu (dapsus) dulu. Spontan saya bertanya:
"Lho, oom Tongki kan?" tanya saya.
"Lho, kamu kan........." jawab oom Tongki, rupanya iapun masih ingat sama saya.
"Mau ke mana oom? mau pulang??" Tanyaku.
"Iya... lagi nunggu kendaraan umum" balas oom Tongki.
"Kamu tinggal di mana sekarang?" balas oom Tongki bertanya.
"Rumah mas Bud (kakak saya) di sini, nyeberang Cipete Raya, deket kok cuma 300 meter. Saya sendiri sekarang tinggal dan bekerja di Bandung" jawabku.
"Oom Tongki sekarang tinggal di mana?" balasku bertanya.
"Sekarang saya tinggal di Pamulang" kata oom Tongki.
"Hah??... Jauh amat?? wah oom Tongki biar saya anterin ya?? Saya nggak bawa mobil, saya pulang dulu, yuk oom Tongki, ikut saya yuk ambil mobil dulu di rumah mas Bud" kataku.
"Ah... nggak usah. Terima kasih. Ngerepotin aja" jawab oom Tongki.
Ok kita cut dulu sampai di sini. Sekarang kita kembali ke tahun 1970an! Ya, saya ingat sewaktu saya masih kecil, oom Tongki adalah gambaran keluarga Indonesia yang 'ideal' waktu itu. Bisnisnya sangat maju, relasi bisnisnya membentang dari Singapura, Hongkong, Jepang dan Amerika Serikat! Hampir setiap bulan keluarga oom Tongki ini selalu ke luar negeri untuk bisnis, sementara itu ketika oom Tongki berbisnis, keluarga oom Tongki ini berlibur dan berfoya-foya di luar negeri. Tapi jangan salah lho, oom Tongki ini bukan businessman sukses yang kikir seperti di sinetron-sinetron. Justru oom Tongki yang saya kenal ini orangnya sangat ramah, baik hati, suka menolong dan sangat tenggang rasa terutama dengan para tetangganya. Saya masih ingat betul setiap kali habis pulang dari luar negeri, saya dan kedua kakak saya selalu dibelikan oleh-oleh. Yang paling berkesan adalah oleh-oleh mainan pesawat Concorde yang memakai baterai yang dibeli oom Tongki dari Jepang. Hanya satu saja kekurangan oom Tongki ini, dia nggak pernah shalat apalagi mengaji, berpuasa, dsb. Dan oom Tongki ini senang menenggak minuman keras walaupun saya tidak pernah melihat oom Tongki mabuk-mabukan seperti di sinetron-sinetron murahan. Saya ingat sekali di rumahnya oom Tongki punya bar minuman keras untuk menjamu rekan-rekan bisnisnya.
Oom Tongki mempunyai seorang istri, sebut saja tante Rina. Tante Rina ini juga sebenarnya baik sekali. Setiap kali saya dan kakak-kakak saya bertemu tante Rina di toko Harum dekat rumah kami, tante Rina selalu bersikeras untuk membayarkan apa yang saya dan kakak-kakak saya akan beli.
"Hayo, pada beli apa nih?? Sini tante yang bayarin" begitu kata tante Rina. Tante Rina memang sangat baik, paling sedikit kesan itulah yang ada di mata saya dan kakak-kakak saya. Namun tante Rina punya kebiasaan yang sangat buruk. Ia sedikit hiperseks. Dan rupanya pelayanan dari oom Tongki tidak cukup memuaskan baginya untuk itu tante Rina selalu tidur dari satu lelaki ke lelaki yang lain alias serong abis! (Saya jadi ingat lagu anak-anak 'Potong bebek Angsa... masak di kuali...nona minta dansa.... dansa empat kali... SERONG ke kiri.... SERONG ke kanan... lalalalalalalala....) hehehehe! Dan dari sinilah cerita sedih keluarga oom Tongki dimulai!
Oom Tongki juga mempunyai 3 orang anak. Sebut saya namanya Irawan, Tini dan Tina. Dulu sewaktu saya masih kecil, saya dan kakak-kakak saya sering bermain dengan mas Irawan ini. Mas Irawan ini sebenarnya sepantaran kakak saya, atau kira-kira 5 tahun lebih tua dari saya. Saya waktu itu senang sekali bermain dengan mas Irawan karena mainannya sangat banyak dan mas Irawan tidak pernah pelit untuk meminjamkan mainannya. Suatu hari saya berkata kepada mas Irawan:
"Wah enak ya mas, mainannya banyak sekali" kataku.
"Caranya gampang, pura-pura sakit aja, pasti kalau minta mainan dikasih deh sama papa atau mama" begitu kata mas Irawan.
Ya, namanya aja anak-anak, polos, suatu hari saya ikutin jusurs mas Irawan itu. Eh, bukannya gue dapat mainan, malah gue digampar sama bokap gue! Huahahahahaha...!! Saya dan kakak-kakak saya juga sering menginap di rumah mas Irawan ini terutama kalau malam Minggu. Biasanya kalau saya menginap di rumah mas Irawan, kami tidur di lotengnya yang katanya 'seram'. Pada saat kami hendak tidur, biasanya biar suasana semakin seru dan mencekam biasanya kakak saya dan mas Irawan sering bertukar cerita-cerita horor yang dikarang-karang sendiri!! Hahaha!! Kadang-kadang sehabis bercerita horor seperti itu, kita jadi 'takut' sendiri dan tak jarang kita biasanya (terutama saya!! hehehe....) ramai-ramai sembunyi di kolong tempat tidur atau di balik kasur sambil sedikit berteriak dan sedikit cekakak-cekikik. Pokoknya kita sangat menikmati suasana 'horor' di lotengnya mas Irawan pada waktu itu! Pernah suatu ketika mas Irawan mengeluarkan jimatnya yang katanya ampuh untuk mengusir setan! Dan ternyata jimat itu adalah....... kalung salib yang ada Yesusnya!!! (Lha... kok?? Udah... baca aja terus... namanya juga keluarga Islam abangan! Hehehehe...).
"Ini kayak di film-film, ampuh buat ngusir setan!" kata mas Irawan. Namanya juga anak-anak hehehehe... Itu belum seberapa, ada lagi yang lebih bloon! Suatu malam, mas Irawan meminjam sajadah punya bi Icih (pembantunya), katanya kalau memakai sajadah di kepala, katanya bisa mengusir setan-setan! Hahahaha....
Mas Irawan dan adik-adiknya memang sangat dimanja oleh oom Tongki dan Tante Rina. Apapun yang diinginkan mas Irawan selalu dipenuhi oleh kedua orangtuanya. Hal ini mungkin yang membuat mas Irawan menjadi tidak mandiri dan menjadi 'rusak'. Di Tahun 1980an ketika mas Irawan beranjak dewasa, dunia kita menjadi sangat berbeda, saya dan kakak-kakak saya waktu itu sudah jarang bermain atau bertemu lagi dengan mas Irawan. Apalagi mas Irawan sudah sangat dekat dalam mengkonsumsi obat-obatan terlarang yang pada akhirnya merusak otaknya hingga sekarang!! Ayah saya yang tahun 1980an masih menjadi perwira menengah di kepolisian sudah melarang saya dan kakak-kakak saya untuk bergaul dengan mas Irawan!
Sementara itu, tante Rina, untuk memuaskan hasrat seksualnya, ia tidur dari satu lelaki ke lelaki lainnya. Hotel-hotel, villa di puncak, adalah tempat yang ideal bagi tante Rina untuk melampiaskan hasrat seksualnya! Perbuatan tante Rina bukannya tidak diketahui oleh oom Tongki. Namun karena oom Tongki tidak ingin keluarganya berantakan dan agar jangan tetangga-tetangga mengetahui permasalahan internal keluarga (padahal kita semua sudah tahu dari desas desus pembantu-pembantu rumah tangga, tetapi kita pura-pura tidak tahu demi kebaikan bertetangga!), maka oom Tongki lebih banyak mengalah. Bahkan oom Tongki seringkali 'diperas' oleh tante Rina karena jurus tante Rina untuk memikat laki-laki lain adalah dengan uang atau harta kekayaannya, dan itu semua didapat tentu saja dari hasil kerja keras oom Tongki! Perbuatan tante Rina ini menjadi-jadi sekitar pertengahan tahun 1980an, ketika itu menurut desas-desus pula oom Tongki sudah mengalami setengah impoten!
Mungkin karena permasalahan keluarga yang memburuk, yaitu perselingkuhan tante Rina, ditambah dengan masalah mas Irawan yang ketagihan obat-obat terlarang dan juga adik mas Irawan yaitu si Tini yang juga hamil di luar nikah membuat konsentrasi oom Tongki pada bisnisnya mulai menurun! Sementara uang untuk modal bisnis yang terus dihambur-hamburkan oleh tante Rina dan juga untuk pengobatan dan rehabilitasi mas Irawan yang ternyata dikemudian hari hasilnya 'gagal' membuat bisnis oom Tongki semakin menurun!
Tahun 1992, kami sekeluarga menjual rumah kami di dapsus dan ditambah dengan uang kakak saya, kami semua berpindah ke bilangan Cipete sekarang dan sejak itu saya hampir tidak pernah mendengar kabar tentang keluarga oom Tongki. Tapi menurut pembantu kami yang sudah setia hampir 25 tahun bekerja pada keluarga kami, pembantu kami ini pernah bertemu dengan eks-pembantu oom Tongki di pasar Mede Cilandak. Darinya kita mengetahui bahwa oom Tongki dan tante Rina akhirnya telah bercerai, oom Tongki kini tinggal di Pamulang dan tante Rina tetap di rumahnya di Dapsus. Juga terbetik kabar bahwa kini keduanya telah bangkrut dan menjalani kehidupan sederhana (walaupun tidak miskin-miskin amat lah!). Tante Rina kini hanya bergantung pada usaha catering yang kembang kempis. Sementara itu kita juga mendapatkan kabar bahwa mas Irawan masih jadi pengangguran karena otaknya terganggu rusak oleh obat-obatan terlarang yang pernah dikonsumsinya dulu sehingga ia tidak bisa berkosentrasi pada setiap pekerjaan yang dikerjakannya. Lebih buruk lagi ternyata kalau mas Irawan lagi 'kumat', ia seperti kesetanan dan menghancurkan segala benda-benda yang ada di rumah! Sungguh menyakitkan sekali.
Sampai sore itu, di bulan Februari 2005 di supermarket D'Best Fatmawati. Saya bertemu dengan oom Tongki di trotoar jalan. Setelah oom Tongki menolak dengan halus tawaran saya untuk mengantarkannya pulang dan mengucapkan terima kasih, oom Tongki langsung menaiki metro mini jurusan Blok M. Saya sebenarnya iba melihat oom Tongki yang kini sudah tua itu harus berjejal memasuki metro mini. Namun saya terus terang merasa lega tidak jadi harus mengantarkan oom Tongki ke rumahnya. Sebab tidak terbayang apa yang akan kami perbincangkan di tengah perjalanan! Saya tidak mau membuka luka lama yang akan mengiris-iris hati oom Tongki yang dulu pernah saya kenal baik dan telah banyak memberikan mainan kepada saya di kala saya kecil dahulu.
Wassalamu alaikum wr wb
GUNDAH

Saturday, March 24, 2007
Cinta yang tak terbalaskan
Ini adalah sebuah tulisan dari sebuah novel yang ditulis oleh seorang perwira tinggi di kepolisian Republik Indonesia teman sejawat kakak laki-laki saya. Novel ini bercerita mengenai kehidupan seorang transseksual yang terlahir lahiriah sebagai laki-laki tapi mengklaim mempunyai jiwa seorang wanita. Saya tidak tahu mengapa ia bisa-bisanya menulis cerita seperti ini, secara keseluruhan novel ini sebenarnya sangat biasa-biasa saja, tapi sepenggal paragraf di atas sangat menggelitik saya untuk memberikan komentar (dan selain itu saya orangnya memang sangat gatal, ingin selalu berkomentar tentang apa saja... hehehehe...)
Mungkin tidak semua orang sangat beruntung dalam masalah 'percintaan' mereka. Mungkin karena satu dan lain hal sering kali orang hanya dapat berfantasi menjadi teman dekat atau kekasih orang yang ia cintai, baik ia mengenalnya secara langsung orang tersebut ataupun tidak. Yah, itu namanya cinta bertepuk sebelah tangan! Cinta sesama jenis, cinta yang terhadang jurang sosial dan ekonomi yang terlalu dalam, cinta yang terhadang oleh letak geografis yang sangat jauh, cinta terhadap seseorang yang sudah berkeluarga, dan khusus di negara ini cinta yang terhadang perbedaan agama merupakan contoh-contoh yang baik dari cinta yang bertepuk sebelah tangan!
Saya sendiri pernah mengalami cinta yang bertepuk sebelah tangan dan juga pernah dicintai sebelah tangan pula! Dahulu saya pernah menaksir wanita yang berlainan kepercayaan dengan saya, dan saya sadar saya tidak akan pernah bisa memilikinya karena dia adalah orang yang berpegangan teguh pada agamanya (walaupun saya dengar bahwa Islam memperbolehkan seorang pria Muslim menikahi wanita non-muslim namun orang tuanya tidak akan pernah mengizinkannya!!). Sayapun saat ini juga tengah 'dicintai' oleh boss saya yang 'gay'. Tapi syukurlah ia sangat bijaksana dan mungkin juga menerapkan prinsip seperti sepenggal paragraf di atas yang menyatakan bahwa cinta harus dikendalikan dan tidak dibiarkan tumbuh liar dan cinta bukan berarti harus memiliki. Sayapun mengerti bagaimana sulitnya menerapkan prinsip seperti itu pada awalnya karena memang cinta pada hakikatnya adalah keinginan untuk memiliki! Dan itu sebenarnya adalah sesuatu yang wajar pada koridor-koridor tertentu.
Memang sangat menyakitkan kalau kita merasakan cinta terhadap orang lain namun tidak dapat memilikinya. Karena memang kepemilikan cinta sangat berbeda dengan kepemilikan barang-barang material. Kalau kepemilikan barang-barang material hanya satu arah saja, seperti kalau kita mempunyai sebuah mobil, maka hanya kitalah yang memiliki mobil tersebut, tetapi mobil tersebut tidak memiliki kita. Namun tidaklah demikian dalam kepemilikan cinta terhadap seseorang, kepemilikan harus dua arah, kita harus dapat memiliki orang yang kita cintai dan orang yang kita cintai tersebut juga harus memiliki kita. Dengan begitu maka cinta dapat diwujudkan menjadi sesuatu yang lebih seperti perkawinan, kebersamaan dan lain-lain! Saya sendiri sebenarnya sangat berempati terhadap orang-orang yang tidak bisa 'mendapatkan cinta orang lain' oleh karena sesuatu hal. Kita baru dapat merasakannya jikalau kita mengalaminya! Atau kita baru dapat merasakannya jikalau ada orang-orang yang dekat dengan kita yang juga mengalaminya. Saya sendiri mungkin menulis artikel ini sedikit di luar konteks-konteks Islami, bebaslah anda semua mengkritik tulisan saya ini. Seperti halnya saya bebas mengkritik orang-orang yang 'sok suci' yang seringkali (namun tidak selalu) memandang rendah orang-orang yang mencintai seseorang dengan cara yang 'tidak layak'.
Namun apapun cinta anda, terutama cinta yang bertepuk sebelah tangan, memang ada baiknya kutipan dari novel di atas bahwa cinta sebaiknya dikendalikan dan tidak dibiarkan tumbuh liar! Wassalamu 'alaikum wr wb.
schizo! schizo!
But before we start rolling, again I have to apologise if this posting will outgrow the initial purpose to become a little defamatory. But this thought really comes from my heart and I would rather be honest to me and to everybody else than becoming a knavish hypocrite! Once we had a sister who always enjoyed coming into a net room and chatting with all of her good friends. Some of her chat-mates had really become close friends, furthersome another sister in the room had become so close-knit. Until then, one day, as she wrote in her blog, she decided not to return to the net room due to certain reasons that I myself personally don't understand! But if she decides to return again in the future she will pick a new ID that would prevent us, our old friends, to recognise her. For me personally this is a bewildering decision! If she decided not to return for good well that happens on million of people in the net! But if she decided to return again in the future why does she have to pick another ID that will disable us to recognise her?? Were we all her worst nightmare in the past? Nah, that does not even appear at the bottom of the list! Or were all of us her sweetest memory that if she has to lose all of us it would hurt her badly?? That is a rubbish sentimentalism!! Something that will not exist in an intelligent sister like her! So what were she up to???
About a couple weeks ago, an ID came up into the room, it was a new ID, and we suspected that the ID is the sister we are talking about! The way she talked and the substance she talked about brought a full set of her characteristics! That we are sure that the new ID belongs to our old 'missing' sister!. But oddly, when she first appeared on the net, she didn't act like the one who was missing her old friends especially her special closest friend whom I know her well too. There are also so many things in question as well, like if she decided to return again why didn't she send a text message to her closest friend to inform that she had returned! Why her willing to mask herself outdid her friendly feelings towards her closest friend and the rest of us?? There are so many whys and of course none of them are supposed to be my business. I just want to expect that nobody will be hurt by all these virtual ties! Wait a minute! I didn't say something negative on virtual ties, of course virtual ties can be very positive in so many ways. But if you were hurt by those virtual ties it is a little bit silly since you have expected more from the one that's beyond your ken!
For me, enjoying chatting and sharing stories online is more than enough in my virtual socializing! Inshallah I don't need anything more than that since I was long warned that strange personalities always appear in the net. And that schizophrenic people appear most often, they are waiting for us to charm us while the truth could be far otherwise! To know personally about someone through an online room is a good start! It is only a good start! But to know the complete picture of him/her you'll need more than just a set of PC and an Internet account! That's all for now. Wassalamu alaikum wr wb.
Monday, March 19, 2007
Memahami kecanggihan ciptaan-Nya

Terus terang, saya dulupun seperti itu. Masalah agama 'hanya penting' pada saat mau ujian atau ulangan saja, setelah itu sudah terlupakan. Sepertinya pelajaran agama di sekolah seperti setengah dipaksakan, itu pemikiran saya dahulu. Namun, alhamdulillah seiring dengan berlalunya waktu, pemikiran sayapun menjadi lebih bijaksana. Semakin tua, saya semakin menghargai setiap informasi dan isi yang terkandung di dalamnya. Dan Internet-pun (teknologi ciptaan Allah yang sayangnya ditemukan oleh orang-orang kafir) sedikit banyak membantu saya dalam menghilangkan rasa dahaga saya akan informasi. Entah telah berapa banyak artikel menarik yang telah saya temui di dunia maya ini yang akhirnya membawa saya pada kesadaran secara tidak langsung bahwa agama (Islam) ternyata jauh lebih luas dari hanya sekedar masalah ibadah, akhlak, budi pekerti ataupun sejarah Islam. Tapi yang paling menarik bagi saya adalah masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang menarik saya pada sebuah kesimpulan bahwa teknologi yang dibuat manusia belum apa-apa dibandingkan dengan yang diciptakan alam (Allah swt).
Contohnya adalah tubuh manusia. Tubuh manusia merupakan kreasi yang sangat canggih yang belum bisa tertandingi sama sekali baik oleh robot atau komputer tercanggih sekalipun. Meskipun kini di berita-berita banyak kita lihat robot-robot yang mulai menirukan gerakan manusia, namun saya yakin belum ada robot yang bisa menuruni anak tangga dengan satu kaki tanpa kehilangan keseimbangan dan jatuh! Karena untuk menirukan keseimbangan seperti itu memerlukan kecanggihan yang sangat luar biasa dan untuk saat ini masih di luar kemampuan para insinyur robotik. Dan suatu ketika saya juga pernah menemukan artikel tentang sel otak. Di situ dikatakan bahwa sel otak hanya mendapatkan energi/kalorinya dari karbohidrat. Seperti kita ketahui bahwa kalori untuk energi di dapat dalam tubuh kita bukan hanya dari karbohidrat, tetapi juga dari lemak, protein, dan lain sebagainya. Nah, jika misalnya tubuh kehabisan karbohidrat untuk suplai energi ke otak, maka dengan menggunakan enzim tertentu maka lemak dan protein dapat segera diubah dengan canggihnya menjadi karbohidrat sehingga sel-sel otak tetap mendapatkan suplai energi/kalori. Sekarang bandingkan misalnya dengan mobil, secanggih-canggihnya sebuah mobil jikalau ia ingin mengubah bahan bakarnya dari bensin ke alkohol misalnya, maka mungkin seluruh mesin harus dibongkar dan diganti dengan mesin yang bisa berfungsi dengan bahan bakar alkohol, sungguh primitif dibandingkan tubuh manusia. Ada lagi yang mengagumkan saya, yaitu sebutir telur, mungkin jika tanpa bantuan 'pantat ayam' manusia mungkin sangat sulit untuk membuat sebutir telur tiruan yang sempurna! Andaikan mungkin manusia dapat membuat sebuah telur di laboratorium atau pabrik-pabrik mungkin harganya dapat jauh lebih mahal dari sebuah mobil! Karena membuat sebuah telur tanpa 'pantat ayam' jauh lebih sulit dibandingkan dengan membuat sebuah mobil atau bahkan pesawat jet sekalipun!
Di sini yang akan saya sampaikan ada 2 hal yaitu: Pertama, alangkah bodohnya kita jikalau kita tidak mempercayai keberadaan Allah swt. Jikalau mobil, pesawat jet, komputer dan lain sebagainya yang jauh lebih primitif aja ada yang mencipta apalagi manusia dan makhluk-makhluk hidup lainnya yang sistem dan mekanismenya jauh lebih canggih dibandingkan mobil ataupun pesawat jet pasti ada pula yang menciptakannya. Kedua, bahwasannya kita sebagai ummat islam (muslimin) kita harus beranggapan bahwa teknologi dan ilmu pengetahuan juga merupakan bagian dari Islam bukan hanya Al-Qur'an dan hadith saja, karena teknologi dan ilmu pengetahuan juga merupakan ciptaan Allah, manusia hanya menemukan saja dan menciptakan simbol-simbolnya berupa rumus-rumus. Jangan sampai ilmu pengetahuan dan teknologi ciptaan Allah itu semuanya diketemukan dan dikuasai oleh orang-orang kafir!! Karena tentu saja itu akan sangat merugikan bagi umat Islam sendiri! Wassalamu 'alaikum wr wb.
Saturday, March 17, 2007
sugar substitute

When I had to stay the nights in the Bhayangkara hospital about two weeks ago because we had to send our dad to the hospital since he fell and suffered from an intertrochanteric hip fracture, the doctor who examined my dad said that his glucose level in the blood was high and they needed to lower it down to minimize aftereffects that might come after the surgery. Well, alhmadulillah, the surgery itself went very smoothly after the doctor successfully controlled the glucose level in my dad's blood. And no negative aftereffects arose after the surgery. But it doesn't stop me from thinking to myself, because after he went out of the hospital yet we have to manage to control our dad's diet, that will help a lot to speed up my dad's recovery. Actually it is easy to find a sugar substitute in the market. High and low you will find saccahrine, cyclamate or aspartam to sweeten your beverages and food. But as I did the exhaustive searches in the Web, I found out that each individual of the substitutes above has never been a perfect replacement for sugar. Here I would like to highlight some of them from the various articles found in the Net.
Saccharine: This is the oldest sugar substitute. This artificial sweetener is approximately 300 times sweeter than sugar though often it leaves a bitter aftertaste. The upside of saccahrine is the stability of the molecular structure in high temperature and it does not react with other food's ingredients biochemically. So at the first place I think this will be the perfect substitute for sugar, at least before I read the next article about saccharine indicating that this artificial sweetener if used over a long period of time may give rise to malignant growth. At least the results in the labs on certain animal support such hypothesis. And the United States banned the use of saccharine in 1977. But later experiments from the labs show that no correlation between the malignant growth and the normal usage of saccharine! Scientists said that the malignant growth caused by saccharine on the labs' animal might be induced by ridiculously high dosage of saccharine given to the animal. The dosage of saccharine given in the experiments was hundreds of times higher than normal dose of human consumption. In 1991, the United States had lifted the ban over saccharine.
Cyclamate: Cyclamate is another artificial sweetener. Its sweetness is 30 - 50 times than that of sugar though it is not necessarily linear since for some people cyclamate leaves strong unpleasant or bitter aftertaste make cyclamate less favourite choice as the sugar substitute. The United States banned the use of cyclamate until today but in some 50 countries in the world including Canada, cyclamate is still approved as the sweetener. Some bacteria in the digestive system are suspected to produce cyclohexylamine from cyclamate to give rise to chronic toxicity in some experiments with animals. In the lab, the increase usage of cyclamate also results in the increased incidence of cancer. But later studies in both the UK and the US found that they could not reproduce the same result from such experiments done earlier! However, cyclamate is nowhere to be found here in the Indonesian market and it is enough for me to strike out cyclamate from the list! As simple as that!
Aspartame: The most popular artificial sweetener in Indonesian market. We will find easily products that come with this sweetener in diet products! According to an article I read, in our body, aspartame will be broken down into aspartic acid, phenylalanine and methanol (this one is highly toxic!). And further breakdown will produce formaldehyde (I remember some time ago in Indonesia there were products of noodles and meatballs or bakso containing this toxic ingredient!). For those who were born with phenylketonuria, aspartame can be a serious hazard to their health! In some experiments there is an indication that there is a relationship between the higher dosage of aspartame and the higher incidence of cancer. However up to now, there are no countries in the world are reported to ban aspartame from the market!
Xylitol: This is considered to be the 'safest' artificial sweetener. The reason is simple, that's because xylitol naturally occurs in the nature especially in some eucalyptic plants and in some berries! Yet more researches still need to be done to ensure the safety of xylitol over a long period of consumption! But for those of you who live in Indonesia and want to get this sweetener, it means you have to pay extra money since the nearest drugstore who sells this kind of sweetener is in Singapore!! Wait a minute! I thought I saw that Xylitol in a local supermarket! Yeah! Don't be fooled, it is Xylitol the gum from Lotte, not the sweetener itself! You get it??
Well, out of four artificial sweeteners outlined above I think I have to stick to aspartame because so far it is the best alternative especially when the availability comes in the first point of the list. It leaves me no choice. What about you people? Do you think it otherwise? Or do you have a better suggestion? Yes I would really like to hear from you. Wassalamu'alaikum wr wb.
Tuesday, March 13, 2007
Wanita berjilbab: Mudah-mudahan bukan luarnya saja yang bagus!
Begitu pula dengan wanita berjilbab! Jilbab bukannya satu-satunya indikator bahwa seorang wanita muslimah senantiasa lebih baik daripada wanita muslimah lainnya yang tidak berjilbab! Memang betul, di satu sisi wanita muslimah berjilbab telah melaksanakan sebuah perintah Allah dengan menutup auratnya dengan baik! Dan betul pula wanita berjilbab memang rata-rata lebih baik berperilaku terutama dalam perilaku seksnya. Namun bukan berarti kita harus memukul rata bahwa semua wanita berjilbab perilakunya sudah sesuai dengan standard islami, atau jangan pula kita memukul rata bahwa semua wanita berjilbab perilakunya lebih baik dibandingkan wanita (muslimah) yang tidak berjilbab. Itu sama saja mungkin dengan contoh: seseorang yang rajin mengaji tapi di kantornya suka nilep duit kantor alias korupsi. Atau juga orang yang rajin sedekah tapi sholatnya bolong-bolong, dan sebagainya. Begitupula dengan wanita berjilbab!! Akhir-akhir ini saya cukup sering melihat wanita berjilbab yang memakai hipster, sehingga kalau ia harus membungkuk (maaf) celana dalamnya terlihat dan punggung bagian bawahnya terlihat. Mending pula kalau punggungnya (for the malaysians who read this article, punggung in bahasa indonesia means 'back'. It is not like punggung in bahasa malaysia. ok? :D) putih mulus ini geradagan pula! Saya fikir bloon amat nih cewek nutupin kepalanya pakai jilbab tapi celana dalamnya kelihatan!!! Sering juga saya melihat cewek-cewek berjilbab yang aduhai mesranya berpegangan dan menyenderkan kepalanya ke dada si cowoknya. Busyet deh, noraknya minta ampun!! Udah aja sekalian nggak usah pakai jilbab!! Kasihan jilbabnya tuh... ha ha ha ha....!! Terus pernahkah anda melihat salesgirl-salesgirl yang akhir-akhir ini sering bermunculan untuk 'menipu' kita dengan memberikan kuis yang mudah-mudah dan jikalau kita bisa menjawabnya (tentu saja pasti bisa! orang pertanyaannya juga pertanyaan untuk anak SD !!) kita akan dihadiahi barang dagangannya dia dengan embel-embel kita disuruh membayar pajaknya atau biaya administrasinya atau apalah yang notabene besar biayanya sama dengan harga barang dagangannya!! Sebuah penipuan halus!! Dan saya juga melihat bahwa banyak gadis-gadis berjilbab yang terlibat di dalamnya. Saya kadang-kadang berfikir kok jilbaban-jilbaban ikut-ikutan 'menipu' sih! Meskipun terkadang saya juga merasa kasihan mungkin karena mereka terdesak kebutuhan ekonomi atau karena mungkin mereka sangat polos dan sebagainya. Namun bukan berarti itu merupakan justifikasi bagi mereka untuk berbuat hal-hal semacam itu! Dan banyak lagi perilaku lainnya yang tidak sesuai dengan pakaian mereka yang berjilbab yang indah itu.
Terlepas dari fakta bahwa wanita-wanita berjilbab adalah manusia juga, yang tak luput dari kesalahan, pesan yang ingin saya sampaikan di sini adalah, janganlah kita melihat dari sisi luarnya saja, kita di sini bisa melihat bagaimana sisi luar mungkin dapat menipu kita persis seperti kasus apel di atas. Dan satu lagi, analisa seperti ini bukan hanya berlaku bagi wanita berjilbab! Tapi juga berlaku bagi bapak-bapak yang memakai topi haji, atau bapak-bapak yang mamakai baju koko a la ustadz, atau jangan anda cepat terpaku pada titel 'Haji' atau 'Hajjah' yang melekat pada nama mereka. (Bukan berarti kita harus cepat curiga! Bukan juga seperti itu!) Tapi kejelian, kepandaian, kebijaksanaan dan keobyektifan kita yang akan menuntun kita kepada keimanan yang lebih mendalam yang pada akhirnya akan menyelamatkan kita! Dan satu lagi!! Jikalau anda bertemu dengan orang yang berseragam satpam atau polisi jangan kira pula mereka nggak akan bermata hijau kalau melihat duit. Hehehehe..... Satpam dan polisi juga manusia! Sama seperti wanita berjilbab dan juga kebanyakan orang seperti kita-kita ini. Mengerti?? Wassalamu'alaikum wr wb.
Monday, March 12, 2007
For smokers please watch this video
The lessons for the smokers:
1. At least farts don't harm your health, unlike cigarette smokes do
2. At least secondhand smokers still ask the smokers politely to stop smoking
Fart: Is it just a matter of flatus?
For most of us, fart is nothing but a foul smelly gas that comes from our anus. Because it comes from our opening in an always hidden lower part of our body, farting is mostly considered a taboo especially in the east. But do you know that one day I came across a website that contained a scientific article about farting. Am I kidding you?? I am not. In another part of this planet, scientists are trying to discover a secret about the sensor that works within our intestinal system! Here is the excerpt of the article:
By now you only know that farting is just gas that passes out through your anal opening. When the sphincter muscle in your anus finished trumpeting the gas out of your anus, the business is done! as simple as that! But do you know that the sensor in your rectum that can differ a flatus from a stool is a very complicated proccess?? The sensor in the system is taught to contrast between a stool and a flatus so if the sensor feels the presence of the flatus in the rectum, the sensor will tell the brain to let out the gas instantly! Meanwhile in the other case, the sensor will tell the brain to tell the sphincter muscle not to let the stool escape the place to give you time to rush to the loo! But occassionally if the stool is too juicy, the sensor can be easily fooled and it can tell the brain to let it out even though it might turn your romantic night into a disaster! Yet... your rectal sensor is very intelligent.... it can learn from the experience... so at any time in the future the sensor meets the same case, the sensor will be more alarmed and will save you another romantic night from another disastrous event!
So far, engineering is still trying to mimic such system to make it applicable for our daily life. Even though the complicated system in the rectal system is still beyond our present day engineering capability, engineers and scientists are sure that if we can mimic the system we will benefit a lot from it for the humankind.
Okay that's all for now. My message is.... please don't always look down on something dirty because God doesn't create something for nothing. No matter how dirty something is, it can still have treasures that lie hidden! Wassalamu 'alaikum wr wb.
Sunday, March 11, 2007
Scrabble®
Anda tentu tahu Scrabble bukan?? Mungkin sewaktu anda masih kecil, anda sempat memainkan board game yang satu ini, walaupun dulu anda memainkannya dengan kosa kata bahasa Inggris yang sangat minimal, namun permainan ini cukup menghibur dan cukup berjasa dalam mengisi waktu luang dan untuk bersosialisasi. Ya, bagi kebanyakan orang Indonesia, Scrabble hanyalah dianggap sebagai permainan anak kecil atau bagian dari permainan edukasi dalam pembelajaran bahasa Inggris kepada anak-anak. Namun di negara-negara anglophone seperti: Amerika Serikat, Inggris dan Australia, Scrabble sudah menjadi semi-profesi untuk banyak orang. Klub-klub Scrabble bermunculan bak jamur di musim hujan, kompetisi-kompetisi tingkat klub, lokal, nasional dan internasional sudah menjadi bagian dari kaum semi-profesional yang sangat mencintai permainan ini. Bahkan sekarang kejuaraan dunia Scrabble sekarang diadakan setiap tahun!Namun bukan itu yang akan saya ceritakan kepada anda melalui blog ini. Walau kebetulan saya adalah pencinta Scrabble (dan juga catur!), walau saya bukan seorang semi-profesional, namun Scrabble secara tak langsung telah mendekatkan saya kepada Internet dan chatting. Lho?? Kok bisa?? Begini... Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya bahwa saya mulai belajar chatting tahun 1998 dengan program mIRC. Waktu itu saya tidak terlalu tertarik dengan chatting yang menurut saya sedikit membosankan (karena saya jarang punya teman di mIRC sampai saya bertemu annn, ditambah lagi bahasa Inggris saya yang masih parah!!). Walau bahasa Inggris saya waktu itu masih parah, namun dengan kosa kata yang masih minim itu saya sudah mencintai Scrabble. Suatu hari saya iseng-iseng mencari artikel mengenai Scrabble dan ternyata saya menemukan situs yang mengundang para pencinta Scrabble di seluruh dunia untuk bermain online di server di room #scrabble Undernet lewat mIRC. Saya tidak berfikir panjang lagi, dan langsung menghampiri room tersebut. Sejak saat itu dimulailah babak baru kehidupan saya di dunia maya ini. Hehehehe.....
Di room #scrabble Undernet ini, saya mulai merasa mempunyai banyak teman, salah satu di antaranya adalah Tina Andrews (nama asli) dan juga Labirynth (nama screen, maaf saya lupa nama aslinya!), dan juga Laura7 (nama screen, nama aslinya juga Laura tapi saya lupa nama belakangnya!). Tina Andrews adalah seorang single parent dari 2 orang anak! Ia tinggal di Chicago, Illinois. Tina adalah pelopor, pendiri dan pemilik room #scrabble di Undernet. Sewaktu saya berkenalan dengan Tina, ia sudah dalam keadaan sakit. Ia adalah penderita AIDS sejak beberapa tahun sebelumnya. Penyakitnya ini dikatakannya tertular karena ia sangat menikmati petualangan seksnya dengan banyak lelaki! Bahkan tanpa basa-basi ia mengatakan bahwa seks adalah salah satu hobby-nya. Namun di balik semuanya itu, Tina adalah wanita yang baik, ramah dan sangat menghargai perbedaan budaya! Walaupun ia terkadang sangat sensitif terutama terhadap lelaki. Tina Andrews meninggal dunia di tahun 2001 silam. Sedangkan Labirynth (saya lupa nama aslinya, tapi kami di room sering memanggilnya dengan nama Labi saja) adalah seorang wanita 26 tahun (pada saat itu), single, orangnya sedikit urakan dan bicaranya ceplas-ceplos walaupun ia juga baik hati. Labi ini, entah kenapa, ia sangat membenci Tina, dan itu ia utarakan langsung kepada saya. Namun Tina senantiasa membiarkan Labi untuk bermain scrabble di room-nya! Itulah indahnya, solidaritas antara komunitas Scrabble! Hahahaha! Sewaktu Tina meninggal, Labi, wanita yang tinggal di Minneapolis, Minnesota ini sama sekali tidak menunjukkan kesedihannya! Namun sejak awal 2002, saya tidak pernah bertemu dengan Labi lagi. Entah ke mana dia. Orang terakhir yang akan saya ceritakan dalam posting ini adalah Laura7 (entah apa hubungannya sama Sheila on 7, yang waktu itu belum terbentuk hehehe....). Nama aslinya juga Laura tapi saya lupa nama belakangnya. Laura ini adalah seorang ibu guru yang baik hati berusia 37 tahun (waktu itu) dari Penang, Malaysia. Ibu guru berdarah Cina-Inggris ini terlihat sangat cantik dan saya masih menyimpan foto-fotonya hingga kini. Namun malang, ibu guru yang cantik ini nampaknya mempunyai kelainan jantung dalam tubuhnya. Dan kegagalan fungsi jantung di bulan Mei 2000 telah merenggut nyawanya, dan kami sangat kehilangan ibu guru yang santun yang cukup fasih berbahasa Indonesia ini.
Scrabble sedikit banyak telah membantu saya dalam mengenal dunia maya khususnya dunia chatting juga Scrabble lewat komunitasnya di room #scrabble Undernet telah membantu saya untuk belajar bahasa Inggris dengan baik hingga seperti sekarang! (walaupun bahasa Inggris saya sekarang saya rasakan juga masih kurang!) Baiklah sekian dulu cerita dari saya. Sampai jumpa lagi. Wassalamu'alaikum wr. wb.
Saturday, March 10, 2007
Her screen name is annn....!!
For some reasons, for my respect for her and for decency, I will not go into detail on our relationship. But please don't let the obscenity come across your mind! For I, myself, am not a cad nor a roué! We always wanted to keep our relationship platonic and we did not want any stupid romantic silliness to come in our way that would eventually ruin our pure friendship!! Yet I have to exclude any things that touch the very personal matters! But of course I will give you some highlights about her.
Annn is a mother of two sons. At the first years of her marriage, she found nothing that stood up in her path but happiness!! But soon after a while her marriage turned to nightmare as her husband decided to marry another woman, and finally the day had come when my friend annn, had to accept the real bitterness that she was now only the second best to her husband's new wife! But that was not the worst part of the most grievous chapter in her marriage, again she soon found out that her husband left her for good to weave another romantic happiness with his new spouse! Soon after she realized that nobody would support her financially, she knew that it was time for her to throw down the gauntlet at her own future!! But alhamdulillah at that time, there were so many friends and her family that temporarily supported her both financially and morally! But the fate had not relented at her, as a devout muslimah she had to wear jilbab all the time and she told me that it's not easy for a muslimah with a jilbab to find a job in Singapore, even if you are qualified and accepted to serve in a company still you will be asked "Are you willing to leave your jilbab if you work with us in the company?". It is a very common question for a muslimah with a jilbab if you are trying to apply for a job in Singapore!
Now it's been 9 years since the first we met online, annn now is alhamdulillah financially stable. I was happy to find out that annn found a well-paid job! And now she is able to send both of her kids to college!! Actually I have loads of stories about annn that I wanted to share. But of course, it will cover a lot of space in this post and will not be comfortable for me to type it out! And for the typist... if you have to type like crazy surely it would make you tuckered out.... hehehehe... okay... that's all from me for now.... wassalamu alaikum wr wb
Persahabatan dalam dunia maya (Bag. II)

Lantas bagaimana dong memilih teman yang 'aman' dalam dunia maya?? Wah... menjawab pertanyaan ini adalah susah-susah gampang. Tentu saja filter yang paling ampuh dalam memilih teman dalam dunia maya adalah instink (tulisannya 'instink' atau 'insting' yaa?? hehehe..) diri kita sendiri... walaupun tentu saja instink juga masih bisa salah! Tapi secara garis besarnya mudah saja..... jikalau teman tersebut bertingkah laku sopan dan ora neko2, kata orang Jawa, dan dia berteman dengan siapa saja, atau PM-PMan dengan siapa saja, tidak memandang dia itu cewek atau cowok maka hampir bisa dipastikan bahwa niat dia di dunia maya ini memang mencari persahabatan yang ikhlas! Kalau saya pribadi, saya tidak memandang bulu apakah dia itu cewek atau cowok, orang Indonesia atau orang asing, bagi saya jika saya sudah mengenal orang itu cukup lama, maka saya akan berani berPM-PM ria dengan mereka! Saya sendiri juga termasuk orang yang sama sekali tidak pernah flirting (coba aja tanya sama para sis dan bro yang pernah PM-PMan dengan saya, apakah saya pernah flirting?? Rasa-rasanya kalo dengan yang bro mah pasti nggak pernah lah yaw!!!! huehehehe... amit-amit!! Coba tanya deh dengan para sis!!). Kelakuan saya yang paling minus paling-paling adalah suka nge-ghibah hahahaha..... tapi nge-ghibahnya bukan nge-ghibah fitnah lho, tapi nge-ghibah yang memang kenyataan/faktual! :P Walaupun ada orang yang bilang nge-ghibah tetap aja nge-ghibah!! Iya deh iya, yang penting saya orangnya nggak munafik, nggak pernah menutupi kelemahan yang ada dalam diri saya!! (Lho, kok jadi promosi diri sendiri sih!! hahahaha....!! :P )
O iya, selama di dunia maya ini, saya telah bertemu dengan berbagai macam orang dengan berbagai macam karakternya. Saya mulai mengenal chatting sejak tahun 1998, waktu saya masih bujangan, dan waktu itu saya masih menggunakan mIRC sebagai media untuk chatting. Waktu itu saya masih sedikit kesulitan dalam ber-chatting karena selain bahasa Inggris saya yang masih minim waktu itu, juga karena saya belum tahu kalau komunitas Indonesia ternyata berkumpul di DALnet! Aduh, bloon deh pokoknya! Mengenai orang-orang di Internet yang saya kenal (sejak 1998), banyak di antara mereka yang mempunyai kelakukan-kelakuan yang sedikit eksentrik (namun tak sedikit juga sih yang normal-normal juga), yang paling banyak adalah mereka yang sangat pemalu, karena satu dan lain hal, dan juga orang-orang yang punya kelainan hasrat seksual (baca: gay dan lesbian!). Banyak di antara mereka yang terus terang, namun ada pula yang mati-matian menutup-nutupi ke-gay-an atau kelesbian mereka. O iya, mengenai hasrat seksual di dunia maya ini, akan saya tulis dalam posting tersendiri deh kapan-kapan hahahaha.... mudah-mudahan para bro dan sis berkenan membacanya! hehehe...!! Lantas bagaimana kalau kita berteman dengan kaum gay dan lesbian di dunia maya ini?? Yah... selama mereka bertingkah laku sopan dan tidak mengumbar yang gombal-gombal yaa... terimalah mereka sebagai sahabat apalagi kalau hanya di dunia maya tidak akan mencederakan anda secara fisik. Saya sendiri di list saya di Yahoo! Messenger ini terdapat 3 nama yang terang-terangan mengaku gay tapi saya belum punya teman yang lesbian (ya iyalah!!! kaum lesbian sih nggak bakalan tertarik untuk berteman dengan saya hahahaha.... :D) walaupun di list saya, saya mencurigai ada satu orang yang lesbian, ini baru tahap mencurigai belum tahap vonis loh hehehehe.... :P
Ok deh... kawan-kawan.... segitu dulu posting dari saya.... maaf jikalau ada kata-kata yang kurang berkenan... maklum saya dari dulu orang yang berfikiran sangat liberal dan susah banget untuk merubahnya! hehehehe... wassalamu'alaikum
Friday, March 9, 2007
Persahabatan dalam dunia maya
Ok, kita sekarang kembali ke laptop!! Eh salah, maksud saya ke topik kita di atas (Itu sih acaranya si Tukul di Trans-7 ya?). Saya dari dulu adalah orang yang sadar bahwa komputer dan Internet adalah dua media yang dapat membawa perubahan dalam kehidupan saya baik secara ekonomis dan sosial. Dan memang sedikit banyak pemikiran itu telah terbukti minimal dalam diri saya sendiri. Banyak orang yang mempertentangkan antara dunia maya dan dunia nyata. Namun saya pribadi tidak mempermasalahkan hal tersebut karena saya percaya antara dunia maya dan dunia nyata yang berjalan paralel itu terhadap banyak hubungan yang sangat mungkin membuat kedua dunia berjalan harmonis! Namun dari pengamatan saya yg cukup panjang di dunia maya (pengamatan amatir bukan pengamatan ilmiah menggunakan data statistik loh hehehe) memang membuat kehidupan sosial kita sedikit berubah ke arah yang lebih negatif yaitu membuat kita menjadi sedikit agak egosentris dan individualistis. Bagi mereka yang pandai me-manage kehidupan sosialnya tidak menjadi masalah, namun hal itu akan menjadi masalah yang kronis bagi sebagian orang yang lain! Namun yah itulah internet dan dunia maya, sarana dunia maya telah tercipta dan tentu saja kita harus bisa memanfaatkannya jangan sampai kita meninggalkan sesuatu yg bermanfaat hanya karena kuatir masalah-masalah 'kecil'! ya nggak??
Sekarang bagaimana dengan persahabatan di Internet? Sebenarnya tak ada masalah! Apa bedanya para chatters masa kini dengan sahabat pena puluhan tahun yang lalu?? Perbedaannya adalah para chatters masa kini lebih bebas mengekspresikan dirinya sendiri karena media modern yang memungkinkan pengekspresian diri menjadi lebih efektif dan cepat! Namun dibalik itu semua... internet dan chat clients menjadi tempat yang lebih efektif pula bagi sumber-sumber kebohongan, kepalsuan dan na'udzubillah kemunafikan.
Lantas bagaimana kita menyikapinya?? Mudah saja! Pertama andaikan ada orang yang meminta bantuan 'ekonomi' pada saat pertama kali berkenalan... wah itu lupakan saja!! Mungkin terlihat kejam tapi coba kita fikir.... di negeri Indonesia kita (dan juga di negara2 berkembang lainnya) ini orang yg mengenal internet atau komputer pasti hidupnya tidak terlalu sulit lah wong mangan wae susah.... kok dia habiskan duitnya buat minimal pergi ke warnet. Nggak masuk akal 'kan? Kedua, andaikan anda bertemu dengan orang yang merayu anda wah itu juga lupakan saja!! Kecuali kalau anda sendiri senang dengan hal-hal yang berbau cybersex hehehe... Tahukah anda kenapa orang seperti itu harus dilupakan?? Pertama karena orang seperti itu memang tidak layak dijadikan teman, kedua karena orang seperti itu yg mencari kepuasan seksual secara maya pasti adalah seorang pecundang yang tidak mampu mencari kepuasan seksual di dunia nyata karena satu dan lain hal. hehehe.... mengerti kan??
Ok kawan.... topik ini masih berlanjut.... tapi saya sudah lelah mengetik nih... besok kita lanjutkan lagi yaaa.... wassalamu'alaikum wr wb.
Thursday, March 8, 2007
What should I do to make it start?
First of all, I would like to inform you that I am not so comfy to start this blog. Why? Here I would give you some reasons:
1. I am not (please emphasize on the word 'NOT') a good blogger
2. Many a fellow chatmate from the Islam room #13 want to see my blog
3. Now I have started my blog but I don't know how to formulate it, pathetic eh?
4. The worst of all, I am not a writer !! I don't have any genes of writer that were passed down from either of my parents !!
See?? Now you understand why in the coming days, weeks and months you will see lousy and dragging blogs of mine!!
Disappointed?? Well... it will not be that bad after all. I will try my best to make my blogs more colourful and catchier.... but once again I don't or never cross my heart for it (yuck! why I don't like the word 'cross' in the idiom 'cross my heart' !!?")
OK. That's all for now folks. See you in my next blog inshallah.