Saturday, March 24, 2007

Cinta yang tak terbalaskan

"Ya, cinta. Saya mempunyai rasa itu tapi saya tidak berharap kemudian saya dicintai untuk dimiliki. Karena cinta yang ingin terus saya rasakan, adalah cinta seperti ini. Merasakan cinta, itu saja"."Cinta memang untuk dikendalikan dan dirasakan, bukan dibiarkan tumbuh tidak terkendali dan ingin memiliki".

Ini adalah sebuah tulisan dari sebuah novel yang ditulis oleh seorang perwira tinggi di kepolisian Republik Indonesia teman sejawat kakak laki-laki saya. Novel ini bercerita mengenai kehidupan seorang transseksual yang terlahir lahiriah sebagai laki-laki tapi mengklaim mempunyai jiwa seorang wanita. Saya tidak tahu mengapa ia bisa-bisanya menulis cerita seperti ini, secara keseluruhan novel ini sebenarnya sangat biasa-biasa saja, tapi sepenggal paragraf di atas sangat menggelitik saya untuk memberikan komentar (dan selain itu saya orangnya memang sangat gatal, ingin selalu berkomentar tentang apa saja... hehehehe...)

Mungkin tidak semua orang sangat beruntung dalam masalah 'percintaan' mereka. Mungkin karena satu dan lain hal sering kali orang hanya dapat berfantasi menjadi teman dekat atau kekasih orang yang ia cintai, baik ia mengenalnya secara langsung orang tersebut ataupun tidak. Yah, itu namanya cinta bertepuk sebelah tangan! Cinta sesama jenis, cinta yang terhadang jurang sosial dan ekonomi yang terlalu dalam, cinta yang terhadang oleh letak geografis yang sangat jauh, cinta terhadap seseorang yang sudah berkeluarga, dan khusus di negara ini cinta yang terhadang perbedaan agama merupakan contoh-contoh yang baik dari cinta yang bertepuk sebelah tangan!

Saya sendiri pernah mengalami cinta yang bertepuk sebelah tangan dan juga pernah dicintai sebelah tangan pula! Dahulu saya pernah menaksir wanita yang berlainan kepercayaan dengan saya, dan saya sadar saya tidak akan pernah bisa memilikinya karena dia adalah orang yang berpegangan teguh pada agamanya (walaupun saya dengar bahwa Islam memperbolehkan seorang pria Muslim menikahi wanita non-muslim namun orang tuanya tidak akan pernah mengizinkannya!!). Sayapun saat ini juga tengah 'dicintai' oleh boss saya yang 'gay'. Tapi syukurlah ia sangat bijaksana dan mungkin juga menerapkan prinsip seperti sepenggal paragraf di atas yang menyatakan bahwa cinta harus dikendalikan dan tidak dibiarkan tumbuh liar dan cinta bukan berarti harus memiliki. Sayapun mengerti bagaimana sulitnya menerapkan prinsip seperti itu pada awalnya karena memang cinta pada hakikatnya adalah keinginan untuk memiliki! Dan itu sebenarnya adalah sesuatu yang wajar pada koridor-koridor tertentu.

Memang sangat menyakitkan kalau kita merasakan cinta terhadap orang lain namun tidak dapat memilikinya. Karena memang kepemilikan cinta sangat berbeda dengan kepemilikan barang-barang material. Kalau kepemilikan barang-barang material hanya satu arah saja, seperti kalau kita mempunyai sebuah mobil, maka hanya kitalah yang memiliki mobil tersebut, tetapi mobil tersebut tidak memiliki kita. Namun tidaklah demikian dalam kepemilikan cinta terhadap seseorang, kepemilikan harus dua arah, kita harus dapat memiliki orang yang kita cintai dan orang yang kita cintai tersebut juga harus memiliki kita. Dengan begitu maka cinta dapat diwujudkan menjadi sesuatu yang lebih seperti perkawinan, kebersamaan dan lain-lain! Saya sendiri sebenarnya sangat berempati terhadap orang-orang yang tidak bisa 'mendapatkan cinta orang lain' oleh karena sesuatu hal. Kita baru dapat merasakannya jikalau kita mengalaminya! Atau kita baru dapat merasakannya jikalau ada orang-orang yang dekat dengan kita yang juga mengalaminya. Saya sendiri mungkin menulis artikel ini sedikit di luar konteks-konteks Islami, bebaslah anda semua mengkritik tulisan saya ini. Seperti halnya saya bebas mengkritik orang-orang yang 'sok suci' yang seringkali (namun tidak selalu) memandang rendah orang-orang yang mencintai seseorang dengan cara yang 'tidak layak'.

Namun apapun cinta anda, terutama cinta yang bertepuk sebelah tangan, memang ada baiknya kutipan dari novel di atas bahwa cinta sebaiknya dikendalikan dan tidak dibiarkan tumbuh liar! Wassalamu 'alaikum wr wb.

1 comment:

Anonymous said...

Aku cinta Agloco..hihihi