Februari 2005,
Waktu itu saya berada di Jakarta di rumah kakak saya di bilangan Cipete untuk masalah keluarga untuk beberapa hari. Untuk mengusir kejenuhan di sore hari, saya putuskan untuk membeli oleh-oleh buat istri dan anak-anak saya di Bandung di supermarket D'Best. Kebetulan rumah kakak saya dan supermarket D'Best Fatmawati hanya berjarak sekitar 300 meter. Jadi saya pikir jarak segitu baguslah untuk berjalan kaki daripada naik mobil! Manja amat sih jarak 300 meter aja harus pakai mobil. Lalu berangkatlah saya ke supermarket D'Best. Setelah kira-kira setengah jam dan saya sudah membeli oleh-oleh buat istri dan anak-anak saya dan bersiap kembali akan pulang ke rumah kakak saya, di trotoar saya bertemu dengan seorang laki-laki tua yang sepantaran ayah saya yang saya kenal, dia, sebut saja (bukan nama sebenarnya), oom Tongki, tetangga saya sewaktu saya masih kecil dulu, sewaktu saya masih tinggal di daerah Dapur Susu (dapsus) dulu. Spontan saya bertanya:
"Lho, oom Tongki kan?" tanya saya.
"Lho, kamu kan........." jawab oom Tongki, rupanya iapun masih ingat sama saya.
"Mau ke mana oom? mau pulang??" Tanyaku.
"Iya... lagi nunggu kendaraan umum" balas oom Tongki.
"Kamu tinggal di mana sekarang?" balas oom Tongki bertanya.
"Rumah mas Bud (kakak saya) di sini, nyeberang Cipete Raya, deket kok cuma 300 meter. Saya sendiri sekarang tinggal dan bekerja di Bandung" jawabku.
"Oom Tongki sekarang tinggal di mana?" balasku bertanya.
"Sekarang saya tinggal di Pamulang" kata oom Tongki.
"Hah??... Jauh amat?? wah oom Tongki biar saya anterin ya?? Saya nggak bawa mobil, saya pulang dulu, yuk oom Tongki, ikut saya yuk ambil mobil dulu di rumah mas Bud" kataku.
"Ah... nggak usah. Terima kasih. Ngerepotin aja" jawab oom Tongki.
Ok kita cut dulu sampai di sini. Sekarang kita kembali ke tahun 1970an! Ya, saya ingat sewaktu saya masih kecil, oom Tongki adalah gambaran keluarga Indonesia yang 'ideal' waktu itu. Bisnisnya sangat maju, relasi bisnisnya membentang dari Singapura, Hongkong, Jepang dan Amerika Serikat! Hampir setiap bulan keluarga oom Tongki ini selalu ke luar negeri untuk bisnis, sementara itu ketika oom Tongki berbisnis, keluarga oom Tongki ini berlibur dan berfoya-foya di luar negeri. Tapi jangan salah lho, oom Tongki ini bukan businessman sukses yang kikir seperti di sinetron-sinetron. Justru oom Tongki yang saya kenal ini orangnya sangat ramah, baik hati, suka menolong dan sangat tenggang rasa terutama dengan para tetangganya. Saya masih ingat betul setiap kali habis pulang dari luar negeri, saya dan kedua kakak saya selalu dibelikan oleh-oleh. Yang paling berkesan adalah oleh-oleh mainan pesawat Concorde yang memakai baterai yang dibeli oom Tongki dari Jepang. Hanya satu saja kekurangan oom Tongki ini, dia nggak pernah shalat apalagi mengaji, berpuasa, dsb. Dan oom Tongki ini senang menenggak minuman keras walaupun saya tidak pernah melihat oom Tongki mabuk-mabukan seperti di sinetron-sinetron murahan. Saya ingat sekali di rumahnya oom Tongki punya bar minuman keras untuk menjamu rekan-rekan bisnisnya.
Oom Tongki mempunyai seorang istri, sebut saja tante Rina. Tante Rina ini juga sebenarnya baik sekali. Setiap kali saya dan kakak-kakak saya bertemu tante Rina di toko Harum dekat rumah kami, tante Rina selalu bersikeras untuk membayarkan apa yang saya dan kakak-kakak saya akan beli.
"Hayo, pada beli apa nih?? Sini tante yang bayarin" begitu kata tante Rina. Tante Rina memang sangat baik, paling sedikit kesan itulah yang ada di mata saya dan kakak-kakak saya. Namun tante Rina punya kebiasaan yang sangat buruk. Ia sedikit hiperseks. Dan rupanya pelayanan dari oom Tongki tidak cukup memuaskan baginya untuk itu tante Rina selalu tidur dari satu lelaki ke lelaki yang lain alias serong abis! (Saya jadi ingat lagu anak-anak 'Potong bebek Angsa... masak di kuali...nona minta dansa.... dansa empat kali... SERONG ke kiri.... SERONG ke kanan... lalalalalalalala....) hehehehe! Dan dari sinilah cerita sedih keluarga oom Tongki dimulai!
Oom Tongki juga mempunyai 3 orang anak. Sebut saya namanya Irawan, Tini dan Tina. Dulu sewaktu saya masih kecil, saya dan kakak-kakak saya sering bermain dengan mas Irawan ini. Mas Irawan ini sebenarnya sepantaran kakak saya, atau kira-kira 5 tahun lebih tua dari saya. Saya waktu itu senang sekali bermain dengan mas Irawan karena mainannya sangat banyak dan mas Irawan tidak pernah pelit untuk meminjamkan mainannya. Suatu hari saya berkata kepada mas Irawan:
"Wah enak ya mas, mainannya banyak sekali" kataku.
"Caranya gampang, pura-pura sakit aja, pasti kalau minta mainan dikasih deh sama papa atau mama" begitu kata mas Irawan.
Ya, namanya aja anak-anak, polos, suatu hari saya ikutin jusurs mas Irawan itu. Eh, bukannya gue dapat mainan, malah gue digampar sama bokap gue! Huahahahahaha...!! Saya dan kakak-kakak saya juga sering menginap di rumah mas Irawan ini terutama kalau malam Minggu. Biasanya kalau saya menginap di rumah mas Irawan, kami tidur di lotengnya yang katanya 'seram'. Pada saat kami hendak tidur, biasanya biar suasana semakin seru dan mencekam biasanya kakak saya dan mas Irawan sering bertukar cerita-cerita horor yang dikarang-karang sendiri!! Hahaha!! Kadang-kadang sehabis bercerita horor seperti itu, kita jadi 'takut' sendiri dan tak jarang kita biasanya (terutama saya!! hehehe....) ramai-ramai sembunyi di kolong tempat tidur atau di balik kasur sambil sedikit berteriak dan sedikit cekakak-cekikik. Pokoknya kita sangat menikmati suasana 'horor' di lotengnya mas Irawan pada waktu itu! Pernah suatu ketika mas Irawan mengeluarkan jimatnya yang katanya ampuh untuk mengusir setan! Dan ternyata jimat itu adalah....... kalung salib yang ada Yesusnya!!! (Lha... kok?? Udah... baca aja terus... namanya juga keluarga Islam abangan! Hehehehe...).
"Ini kayak di film-film, ampuh buat ngusir setan!" kata mas Irawan. Namanya juga anak-anak hehehehe... Itu belum seberapa, ada lagi yang lebih bloon! Suatu malam, mas Irawan meminjam sajadah punya bi Icih (pembantunya), katanya kalau memakai sajadah di kepala, katanya bisa mengusir setan-setan! Hahahaha....
Mas Irawan dan adik-adiknya memang sangat dimanja oleh oom Tongki dan Tante Rina. Apapun yang diinginkan mas Irawan selalu dipenuhi oleh kedua orangtuanya. Hal ini mungkin yang membuat mas Irawan menjadi tidak mandiri dan menjadi 'rusak'. Di Tahun 1980an ketika mas Irawan beranjak dewasa, dunia kita menjadi sangat berbeda, saya dan kakak-kakak saya waktu itu sudah jarang bermain atau bertemu lagi dengan mas Irawan. Apalagi mas Irawan sudah sangat dekat dalam mengkonsumsi obat-obatan terlarang yang pada akhirnya merusak otaknya hingga sekarang!! Ayah saya yang tahun 1980an masih menjadi perwira menengah di kepolisian sudah melarang saya dan kakak-kakak saya untuk bergaul dengan mas Irawan!
Sementara itu, tante Rina, untuk memuaskan hasrat seksualnya, ia tidur dari satu lelaki ke lelaki lainnya. Hotel-hotel, villa di puncak, adalah tempat yang ideal bagi tante Rina untuk melampiaskan hasrat seksualnya! Perbuatan tante Rina bukannya tidak diketahui oleh oom Tongki. Namun karena oom Tongki tidak ingin keluarganya berantakan dan agar jangan tetangga-tetangga mengetahui permasalahan internal keluarga (padahal kita semua sudah tahu dari desas desus pembantu-pembantu rumah tangga, tetapi kita pura-pura tidak tahu demi kebaikan bertetangga!), maka oom Tongki lebih banyak mengalah. Bahkan oom Tongki seringkali 'diperas' oleh tante Rina karena jurus tante Rina untuk memikat laki-laki lain adalah dengan uang atau harta kekayaannya, dan itu semua didapat tentu saja dari hasil kerja keras oom Tongki! Perbuatan tante Rina ini menjadi-jadi sekitar pertengahan tahun 1980an, ketika itu menurut desas-desus pula oom Tongki sudah mengalami setengah impoten!
Mungkin karena permasalahan keluarga yang memburuk, yaitu perselingkuhan tante Rina, ditambah dengan masalah mas Irawan yang ketagihan obat-obat terlarang dan juga adik mas Irawan yaitu si Tini yang juga hamil di luar nikah membuat konsentrasi oom Tongki pada bisnisnya mulai menurun! Sementara uang untuk modal bisnis yang terus dihambur-hamburkan oleh tante Rina dan juga untuk pengobatan dan rehabilitasi mas Irawan yang ternyata dikemudian hari hasilnya 'gagal' membuat bisnis oom Tongki semakin menurun!
Tahun 1992, kami sekeluarga menjual rumah kami di dapsus dan ditambah dengan uang kakak saya, kami semua berpindah ke bilangan Cipete sekarang dan sejak itu saya hampir tidak pernah mendengar kabar tentang keluarga oom Tongki. Tapi menurut pembantu kami yang sudah setia hampir 25 tahun bekerja pada keluarga kami, pembantu kami ini pernah bertemu dengan eks-pembantu oom Tongki di pasar Mede Cilandak. Darinya kita mengetahui bahwa oom Tongki dan tante Rina akhirnya telah bercerai, oom Tongki kini tinggal di Pamulang dan tante Rina tetap di rumahnya di Dapsus. Juga terbetik kabar bahwa kini keduanya telah bangkrut dan menjalani kehidupan sederhana (walaupun tidak miskin-miskin amat lah!). Tante Rina kini hanya bergantung pada usaha catering yang kembang kempis. Sementara itu kita juga mendapatkan kabar bahwa mas Irawan masih jadi pengangguran karena otaknya terganggu rusak oleh obat-obatan terlarang yang pernah dikonsumsinya dulu sehingga ia tidak bisa berkosentrasi pada setiap pekerjaan yang dikerjakannya. Lebih buruk lagi ternyata kalau mas Irawan lagi 'kumat', ia seperti kesetanan dan menghancurkan segala benda-benda yang ada di rumah! Sungguh menyakitkan sekali.
Sampai sore itu, di bulan Februari 2005 di supermarket D'Best Fatmawati. Saya bertemu dengan oom Tongki di trotoar jalan. Setelah oom Tongki menolak dengan halus tawaran saya untuk mengantarkannya pulang dan mengucapkan terima kasih, oom Tongki langsung menaiki metro mini jurusan Blok M. Saya sebenarnya iba melihat oom Tongki yang kini sudah tua itu harus berjejal memasuki metro mini. Namun saya terus terang merasa lega tidak jadi harus mengantarkan oom Tongki ke rumahnya. Sebab tidak terbayang apa yang akan kami perbincangkan di tengah perjalanan! Saya tidak mau membuka luka lama yang akan mengiris-iris hati oom Tongki yang dulu pernah saya kenal baik dan telah banyak memberikan mainan kepada saya di kala saya kecil dahulu.
Wassalamu alaikum wr wb
Friday, March 30, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
[url=http://www.kfarbair.com][img]http://www.kfarbair.com/_images/logo.png[/img][/url]
בית מלון [url=http://www.kfarbair.com]כפר בעיר[/url] - שלווה, [url=http://www.kfarbair.com/about.html]חדרים[/url] מרווחים, אינטימיות, [url=http://kfarbair.com/services.html]שקט[/url] . אנו מספקים שירותי אירוח מיוחדים גם יש במקום שירות חדרים המכיל [url=http://www.kfarbair.com/eng/index.html]סעודות רומנטיות[/url] במחירים מפתיעים אשר יוגשו ישירות לחדרכם!
לפרטים אנא גשו לאתרנו - [url=http://kfarbair.com]כפר בעיר[/url] [url=http://www.kfarbair.com/contact.html][img]http://www.kfarbair.com/_images/apixel.gif[/img][/url]
Hi,
I begin on internet with a directory
Post a Comment